Cara Kerja Obat Herbal Dalam Memerangi Kanker

Obat Herbal
Seperti diketahui obat herbal yaitu obat tradisional atau ramuan yang terbuat dari materi alami menyerupai tumbuhan, hewan, mineral, atau kombinasi dari bahan-bahan tersebut yang diolah secara tradisional dan telah dipakai secara bebuyutan untuk pengobatan. Biasanya masyarakat mengenal obat tradisional memakai herbal (tanaman obat). 
 
Cara kerja obat herbal dalam memerangi kanker berdasarkan dr.Henry Naland Sp.B (K) Onk, ahil bedah kanker dari Rumah Sakit Omni Medical Center (OMC), di kutip dari buku Pilih Jamu Dan Herbal Tanpa Efek Samping karya Ning Harmanto, dkk, menjelaskan bahwa cara kerja dari obat herbal masih memerlukan penelitIan Iebih lanjut, tetapi, pada umumnya, cara kerjanya sebagai benikut:
  1. Mempunyai efek toksik pribadi terhadap sel kanker
  2. Salah satu senyawaan tumbuhan obat/herbal itu berperan pada fase tertentu dalam sikius mitosis sel 
  3. Meningkatkan daya tahan badan dengan meningkatkan dan mengaktifkan natural killer sel (pembunuh sel kanker alami) 
  4. Merupakan sumber ion/unsur Kalium (K) yang melimpah 
  5. Merupakan sumber antioksidan untuk menanggulangi radikal bebas. 
  6. Sumber asam laktat 
  7. Memperbaiki dan memperkuat lingkungan jaringan badan dimana kanker berada 
  8. Masih banyak lagi prosedur kerja lain yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Peran serta pihak medis sangat diperlukan untuk memperkaya modalitas gres berupa tumbuhan obat herbal dalam memerangi kanker, berupa Terapi Herbal. Diharapkan di masa mendatang, ada kolaborasi yang baik dan saling mendukung dari Kedokteran Konvensional dan Pengobatan alternatif, khususnya, terapi Herbal untuk memerangi Kanker.

Obat herbal sesungguhnya juga jamu yang dikemas secara modern. Agar jamu punya image yang modern tidak terasa pahit dan aromanya tidak menyengat serta difungsikan menyerupai obat dibuatlah sediaan jamu jadi kapsul, kaplet dan sirup yang manis.

Sebagian besar obat herbal yang beredar di Indonesia izin edarnya memakai identitas jamu dan sertifikat TR (tradisional). Untuk produsen jamu skala kecil biasanya hanya memakai izin dari Dinas Kesehatan masing-masing wilayah Kotamadya atau Kabupaten dengan Sertifikat Penyuluhan Industri Rumah tangga (SP-IRT).

Meski sesungguhnya izin SP-IRT hanya untuk produk masakan dan minuman yang tidak mencantumkan khasiat. Kini mulai banyak bermunculan klinik-klinik herbal dengan pengawasan dokter atau banyak juga dokter-dokter yang praktik meresepkan obat herbal.

Bahkan beberapa rumah sakit yang ada di Indonesia mulai mendapatkan kehadiran obat herbal untuk mencarikan jalan keluar para pasien yang penyakitnya sulit disembuhkan dengan obat modern. Obat herbal yang sudah diuji cobakan kepada binatang coba dan berdasarkan kritenia Badan POM memenuhi syarat akan memperoleh sertifikat “Obat herbal terstandar”.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel